APA KITA BENAR-BENAR TELAH MERDEKA

Unknown
63 tahun yang lalu Bung Karno memproklamirkan suatu semangat baru, suatu tekat KEMERDEKAAN. Suatu harapan yang luhur agar kita tidak lagi terjajah bangsa lain, suatu pengharapan untuk kebaikan bangsa Indonesia. Kini gaung proklamasi telah 63 tahun kita peringati setiap tahunnya, setengah abad lebih bangsa Indonesia MERDEKA. Tapi apakah kita benar – benar telah merdeka?, adakah diantara kita yang merasa masih terjajah? Jawabanya adalah ya bagi saya, saat ini 63 tahun setelah bangsa Indonesia memplokamirkan Kemerdekaannya secara tidak sadar kita masih terjajah bangsa lain. Tidak dijajah secara fisik atau kekerasan tapi secara mental, moral dan aspek nonfisik lainnya. Secara tidak sadar kita terjajah tapi justru malah merasa bangga.
Apa ada yang salah? Para pejuang dahulu tentunya ingin menunjukan bahwa kita adalah bangsa yang besar dan beradab, mereka rela mengorbankan segalanya, bahkan nyawa. Adakah kita menghargai perjuangan mereka? Para pejuang yang telah gugur di atas sana tentu saat ini merasa sedih jika mereka melihat anak-anak bangsanya terjajah secara mental & moral tapi tidak sadar dan merasa bangga, betapa sedihnya mereka jika tahu anak-anak bangsa ini yang telah mereka perjuangkan sudah tidak lagi menghargai budaya bangsanya, melupakan tradisi bangsa, bahkan malu terhadapa tradisi dan budaya luhur bangsa, saat ini mereka justru bangga menggunakan atribut, musik, tarian dan mainan dari bangsa lain dan MELUPAKAN yang menjadi tradisi bangsa, bahkan malu mengakui budaya luhur bangsa, mereka malu mendengar Gamelan, Angklung, malu melihat Ketoprak, ludruk dll justru mereka membanggakan musik-musik impor sebagai jati diri mereka, betapa kecewanya para pahlawan kita. Teknologi yang masuk saat ini begitu pesat, parahnya anak-anak muda sepertinya tidak siap menerima kemajuan yang begitu pesat, banyak sekali yang menyalah gunakan untuk hal-hal yang merusak, saat ini begitu mudahnya hal-hal yang berbau kekerasan, pornografi masuk melalui internet dan membuat hal-hal yang dulunya tabu menjadi biasa di masyarakat. Secara tidak di sadari kita dijajah melalui hal-hal seperti itu dan dampaknya luar biasa sekali. Coba kalau kita perhatikan saat ini antar tetangga sudah mulai kurang saling kenal, kerukunan dan kemasyarakatan yang dulu pernah menjadi ciri khas bangsa ini mulai luntur, kejahatan dan tindakan asusila menjadi hal yang lumrah, seniman tradisional mulai tersisih, budaya instant untuk kaya dengan korupsi dan masih banyak lagi, intinya kita dijajah untuk menjadi bangsa yang lemah mental, tidak punya prinsip, tidak mau bekerja keras, loyo, mudah tergoda sehingga kita tidak punya harga diri lagi di mata dunia. Adakah semangat rela mati untuk memperjuangkan jati diri bangsa ini, adakah perjuang-pejuang budaya bangsa, pejuang tradisi bangsa. Kita belum merdeka soal itu….AYO REK SEMANGAT jangan jadi pemuda yang lemah mental, tidak punya prinsip, tidak mau bekerja keras, loyo, dan mudah tergoda.
TERIMA KASIH UNTUK JASA PARA PEJUANG MAAF CITA – CITA MERDEKA BELUM SEPENUHNYA TERCAPAI KAMI AKAN BERUSAHA LAGI MERDEKA MERDEKA MERDEKA

Artikel Terkait

Previous
Next Post »