Malaysia Maling.....Nanti Dulu....

Oleh : Joko Andris Beberapa hari ini kita mendengar Malaysia makin hari semakin membuat bangsa Indonesia Gerah. Setelah Batik, Angklung, dan lagu Rasa Sayange, kini giliran kesenian reog Ponorogo yang di klaim merupakan kesenian asli Malaysia. Para seniman reog jelas bereaksi dengan menggelar demo menuntut permintaan maaf dari Malaysia. Pemerintah dituntut aktif menyelesaikan masalah ini. Kita seolah baru bereaksi setelah negara lain mengklaim bahwa kebudayaan asli Indonesia adalah milik merea juga. Namun dimanakah sesungguhnya penghargaan bangsa ini kepada budaya luhur nusantara, kihususnya penghargaan oleh generasi muda. Dimana penghargaan kita terhadap seniman tari Remo, Kuda Lumping, Ketoprak, tari Topeng, Gamelan, dan banyak lagi kekayaan budaya bangsa Indonesia. Generasi muda saat ini lebih menyukai musik Hip-Hop, R & B, Japan Style dan lain² daripada sekedar menikmati Angklung, gamelan, karawitan. Untuk menonton konser Beyonce saja uang sampai Rp. 3.000.000 tidak menjadi masalah, tetapi untuk sekedar melihat kesenian daerah saja mendekat pun enggan bahkan banyak yang merasa malu. Para seniman tradisional kian tersisihkan, untuk sekedar mencari makan saja sulit... Dimana penghargaan kita bangsa Indonesia terhadap mereka, dimanakah kita seelama ini??Kini setelah Malaysia mengklaim beberapa budaya bangsa Indonesia kita seperti orang kebakaran jenggot. Kita seharusnya merasa malu dan mulai menyadari bangsa Indonesia adalah bangsa yang amat kaya dengan ragam budaya yang luhur, sampai bangsa lain pun mengaku-ngakui. Dengan peristiwa ini seharusnya kita semua mengambil pelajaran, kita harus bangga, menghargai dan melestarikan budaya asli bangsa Indonesia, jika tidak tinggal menunggu waktu saja hingga kita mendengar, tari Remo asal Malaysia, Kuda Lumping made in Malaysia dan lain² dan kita akan menyadarinya setelah kita kehilangan semuanya...............

Artikel Terkait

Previous
Next Post »