Eksploitasi Pariwisata Berlebihan

Unknown
oleh : Joko Andris
Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Beberapa di antaranya menjadi daya tarik wisata baik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Sebagian besar ODTW (objek dan daya tarik wisata) yang ada di Indonesia dikelola oleh pemerintah dalam hal ini adalah pemerintah daerah. Pengelola ODTW tidak sepenuhnya siap serta memiliki kemampuan yang cukup dalam hal pengeloaan ODTW untuk menjadi suatu tujujan wisata yang menarik, nyaman serta berkesan bagi wisatawannya. Bahkan tak jarang dijumpai pengelola objek wisata yang kurang profesional. Yang patut disayangkan adalah pengelola ODTW terkadang terlalu berlebihan dalam mengeksploitasi sebuah objek wisata yang tentu saja itu berpengaruh pada kenyamanan wisatawan. Kita dapat mengambil contoh bila keita memasuki kawasan candi Borobudur maka setiap orang yang masuk yang membawa kamera maka akan dikenai biaya tambahan. Alat dokumentasi merupakan peralatan yang hampir pasti wajib dibawa oleh orang yang berwisata, wisatawan mungkin merasa biaya tambahan yang dikenakan membuat kurang nyaman, karena untuk bepergian biasanya anggaran pengeluaran sudah disiapkan sebelumnya. Dokumentasi juga merupakan alat untuk promosi, orang yang belum pernah datang ke suatu objek bisa saja tertarik untuk datang begitu melihat dokumentasi yang dibawa teman atau saudara sepulang berwisata. Disini terlihat pengelola terlalu mengeksploitasi suatu objek wisata, meskipun alasanya untuk melindungi aset negara dari orang yang menggunakan dokumentasi suatu objek unuk tujuan komersil. Bentuk eksploitasi yang lain adalah pembangunan resort atau hotel yang menjamur di sekitar kawasan pantai sehingga membuat kealamian pantai menjadi berkurang. Seperti yang terjadi di kawasan pantai Senggigi Lombik, bangunan hotel yang berjajar sekarang saat ini menghalangi pemandangan pantai dari jalan raya. Belum lagi masalah pengelolaan saluran pembuangan hotel atau penginapan yang berada di sekitar pantai apablia pengelolaannya tidak baik maka juga dapat menyebabkan polusi bagi pantai. Sebagai pengelola pariwisata daerah pemerintah seharusnya tidak hanya berorientasi pada profit, sejarah dan estetika suatu ODTW juga harus tetap dijaga agar kita masih memiliki tempat yang indah di masa depan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »